Jumat, 16 Januari 2015

Pendulang Ilegal Danai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua



Pendulang ilegal yang beroperasi di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika Papua danai aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. KKB merupakan kelompok politik yang tidak diakui keberadaannya di Indonesia. Kelompok ini selalu berbuat onar dan menggangu masyarakat Papua. Kelompok ini tergolong sadis dan tidak manusiawi, masyarakat sipil banyak jadi korban bahkan Aparat keamanan tewas ditangan KKB dan membawa kabur senjata Aparat keamanan.

Diawal bulan Januari 2015, masyarakat Papua yang masih terbawa suka cita Damai Natal dan Tahun baru dikagetkan dengan ulah sadis KKB.  Pada hari Kamis, tanggal taggal 1 Januari 2015 pukul 21.00 WIT di Kampung Banti sampai Kampung Uikini, Mimika, Papua, KKB kembali berbuat ulah. Kali ini Aparat keamanan menjadi sasaran keji kelompok tersebut. Petugas keamanan yang sedang berpatroli dihadang dan ditembak oleh KKB pimpinan Ayub Waker. Dua orang aparat keamanan dari satuan Brimob Polda Papua dan satu orang sekuriti PT Freeport tewas. Aparat keamanan Bripda Adriandi, Bripda Ryan Hariansyah dan sekuriti atas nama Suko Miyartono tewas ditangan KKB.

Dari kejadian tersebut Bribda Adriandi mengalami luka bacok dikepala bagian kanan, luka tusuk di perut, leher dan jari kanan putus, sedangkan Bripda Ryan Hariansyah mengalami luka tusuk di perut, luka tembak di leher dan tangan kanan putus. Sedangkan Suko Miyartono mengalami luka tusuk di leher, diperut dan luka tembak di bagian punggung, korban meninggal saat ini dibawa ke Rumah Sakit Tembaga Pura, Papua.

Aksi keji yang dilakukan KKB membuat Aparat geram, Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Yotje Mende menegaskan akan memburu dan menagkap KKB pimpinan Ayub Waker. Pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh dan meminta bantuan kepada pihak TNI untuk memback up kepolisian. Kerjakeras Aparat gabungan TNI dan Polri membuahkan hasil. Penggerebekan honai (rumah) yang dijadikan markas di sekitar Kampung Utikini, Kabupaten Mimika, Papua berhasil menangkap 116 orang masyarakat. Masyarakat tersebut merupakan pendulang ilegal. Dari hasil penggerebekan didapat 2 buah spanduk berukuran besar yang terdapat tulisan ajakan untuk referendum, memisahkan diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menyita 92 kartu anggota West Papua Interest Asosiation (WPIA).

Pihak Kepolisian melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut dan sebangian masyarakat yang tergolong anak-anak yang masih dibawah umur dan ibu-ibu dipulangkan melalui tokoh-tokoh masyarakat di Kampung Wangirja, Distrik Kuala Kencana. 64 orang masih menjalani pemeriksaan dan wajib lapor, Pihak kepolisian dari    Polres Mimika terus mengembangkan dan mendalami 64 orang terkait keterlibatan mendukung KKB dan mendanai dari hasil mendulang yang didapat, masyarakat tersebut merupakan pedulang tradisional yang ilegal.

Gubernur Papua Lukas Enembe dan para Bupati se wilayah Pengunungan Tengah Papua serta Kapolda Papua akan melakukan rapat kordinasi di Timika pada hari Senin tanggal 19 Januari 2015. Ulah KKB sudah melampui batas dan meresahkan masyarakat Papua. Pemerintah akan bertindak tegas dan memberantas keberadaan KKB di Bumi Cenderawasih, Menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. (SP/99)

Rabu, 07 Januari 2015

Jangan Corengi Keindahan Alam Papua



Papua memiliki potensi obyek wisata alam bahari, budaya dan adat istiadat yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Objek wisata di Papua harus dijaga dan dipromosikan kepada turis di berbagai belahan dunia, sehingga meningkat kunjungan wisatawan ke wilayah Papua. Keindahan alam Papua di tahun 2015 ini diharapkan mampu menarik minat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke bumi cenderawasih. Seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif dan mendukung sehingga kunjungan turis kian meningkat di tahun 2015.

Pemerintah Papua melalukan berbagai upaya untuk memajukan Papua, bahkan momen nasional baru-baru ini diselenggarakan di Papua. Tak tanggung-tangung Presiden RI Bapak Joko Widodo menyelenggarakan Perayaan Natal Nasional di Bumi Cenderawasih. Ini bukti nyata Pemerintah Papua berupaya memejukan dan mensejahterakan masyarakat Papua.

Namun sangat disayangkan suasana Damai Natal dan suasana Tahun Baru tercoreng oleh ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pada Kamis taggal 1/1/2015 pukul 21.00 WIT dua orang anggota Brimob Polda Papua dan seorang sekuriti PT Freeport tewas saat melakukan patroli dan dihadang oleh KKB di Kampung Banti sampai Kampung Uikini, Mimika, Papua. Dua anggota Brimob yang tewas atas nama Bripda Adriandi, Bripda Ryan Hariansyah dan sekuriti atas nama Suko Miyartono.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan Bribda Adriandi mengalami luka bacok dikepala bagian kanan, luka tusuk di perut, leher dan jari kanan putus, sedangkan Bripda Ryan Hariansyah mengalami luka tusuk di perut, luka tembak di leher dan tangan kanan putus. Sedangkan Suko Miyartono mengalami luka tusuk di leher, diperut dan luka tembak di bagian punggung, korban meninggal saat ini dibawa ke Rumah Sakit Tembaga Pura, Papua.

Aksi sadis dan tidak berperikemanusiaan tersebut membuat pucuk pimpinan di Polda Papua geram. Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Yotje Mende telah meminta bantuan kepada pihak TNI untuk memback up kepolisian. Selayaknya seluruh elemen masyarakat bergandeng tangan menjaga keamanan untuk memajukan Tanah Papua, bukan malah membuat situasi keamanan yang tidak kondusif yang nantinya dapat berdampak pada perkembangan Pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Objek Wisata di Papua akan berkembang manakala seluruh elemen masyarakat bergandeng tangan dan sinergi menjaga keamanan di Papua dalam bingkai NKRI menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. (SP/99)

Jumat, 26 Desember 2014

Welcome Presiden RI Joko Widodo di Bumi Cenderawasih


Natal Tahun 2014 merupakan momen istimewa, Masyarakat Papua mendapatkan kado Natal istimewa, perayaan ibadah Natal bersama Presiden RI Joko Widodo. Bapak Presiden bersama rombongan akan menyelenggarakan Natal Naional di Tanah Papua. Kota Jayapura ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Natal Nasional yang akan dihadiri langsung presiden, serta sejumlah menteri Kabinet Kerja Indonesia Hebat, dan sejumlah Duta Besar Negara tetangga.
 
Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano menyatakan siap pelaksanaan Natal Nasional yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) diselenggarakan di Kota Jayapura yakni di Stadion Mandala Jayapura 27 Desember. Persiapan menyambut datangnya Presiden sudah dilakukan sejak Januari 2014 lalu. Walikota mengajak seluruh  warga kota untuk menyukseskan perayaan Natal nasional nanti. Walikota menjamin keamanan warga kota, kebersihan kota dan kota  Jayapura memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti hotel atau tempat penginapan lainnya. 

Seksi Publikasi Panitia Natal Nasional, Zelda  menegaskan Perayaan Natal Nasional di selenggarakan di Kota Jayapura tepatnya di Stadion Mandala Jayapura, mengingat Stadion Mandala dapat menampung ribuan masyarakat Papua. Disamping itu Kota Jayapura juga memiliki fasilitas hotel yang memadai untuk tamu negara yang akan hadir dalam perayaan Natal Nasional.

Situasi Papua Aman Jelang Kedatangan Presiden

Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai penanggung jawab keamanan di daerah. Seperti tertuang dalam UU Pemerintahan bahwa Bapak Gubernur adalah sebagai penanggung jawab masalah keamanan. TNI dan Polri adalah sebagai alat, keamanan  kedatangan Presiden Republik Indonesia sesuai arahan Bapak Gubernur Papua.
 
Polda Papua. Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende menegaskan bahwa situasi Kamtibmas di seluruh wilayah Papua aman menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan menghadiri perayaan Natal Nasional pada 27 Desember 2014 di Jayapura. Polda siap untuk pengamanan Kunjungan kerja Presiden Jokowi di Papua. Semua Polres di wilayah Papua akan dilibatkan, terutama dibeberapa daerah yang akan dikunjungi selama berada di Papua. Beberapa Polres yang akan terlibat penuh yaitu Polresta Jayapura, Polres Sentani Jayapura, Polres Keerom, Polres Wamena, Polres Tolikara dan Polres Puncak Jaya.

Kodam XVII/Cenderawasih. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, S.E. mengatakan tidak ada penambahan pasukan untuk pengamanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama kunjungan di Papua. Kodam Cenderawasih hanya menerjunkan sejumlah personel dari Korem 172/PWY, Batalyon 751/R, Batalyon 756/WMS dan di tambah dari Satuan Denzipur yang punya kemampuan JihandakTNI untuk mengamankan bom.

Masyarakat Papua. Masyarakat Papua menyambut dengan suka cita kedatangan Presiden Jokowi ke Papua, Presiden mempunyai tujuan baik yakni membangun Papua dan Papua Barat. Barisan Relawan Jokowi-JK Nampak kelihatan sibuk untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kehadiran Presiden Jokowi. Koordinator Lapangan Relawan Bara-JP Papua, Jefry Tabuni, menghimbau kepada Relawan Jokowi-JK untuk turut menghadiri perayaan Natal Nasional. Usai perayaan Natal Nasional, dijadwalkan Presiden Jokowi akan melakukan tatap muka dengan Barisan Relawan Jokowi-JK se-Tanah Papua. Jefry Tabuni juga mengudang semua paguyuban di Tanah Papua untuk turut merapatkan barisan didalam mensukseskan Kunjungan Bapak Presiden di Tanah Papua. 

Hal senada juga ditegaskan oleh Sekretaris Bara-JP Provinsi Papua, Salvador B. Renyaan, bahwasannya semua Paguyuban se-Provinsi Papua, diantaranya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Himpunan Keluarga Jawa Madura, Flobamora, Ikatan Keluarga Toraja, Masyakarat Kei, Ikatan Keluarga Maluku, dan paguyuban lainnya untuk ikut ambil bagian untuk menyukseskan kegiatan Presiden selama berada di Papua.

Kaum Intelektual. Aktifis (Gempar) Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua, Alfares Kapisa menyampaikan kepada rakyat Papua agar menyambut  kedatangan Presiden RI Joko Widodo untuk perayaan Natal bersama dengan rakyat Papua. Ditegaskan Juga pemilihan presiden yang lalu bahwa hampir 90 persen suara rakyat Papua mendukung Jokowi untuk menjadi Presiden, kini saatnya masyarakat Papua bangga karena Presiden RI Joko Widodo akan hadir ditengah-tengah rakyak Papua untuk merayakan Ibadah Natal Nasional. 

Alfares Kapisa juga mendengar adanya informasi penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden  Joko Widodo, Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua sangat menepis informasi tersebut. Masyarakat Papua yang mendukung Jokowi jadi presiden, sekarang sudah jadi presiden Jokowi mau datang ke Papua  malah mau ditolak. Sebagai kaum intelektual, Gampar melihat ada sesuatu yang keliru dan aneh, kalau ada yang menolak kedatangan Jokowi di Papua, itu hal yang sangat lucu, rakyat papua sendiri yang memilih Jokowi jadi Presiden.

Masyarakat Papua harus jeli terhadap informasi-informasi yang menyesatkan  dan bertanya dibalik penolakan tersebut ada kepentingan  orang atau kelompok tertentu. Jangan mengatasnamakan rakyat Papua, yang harus ditegaskan dan dicermati rakyat Papua jangan sampai terjebak dalam perminan untuk kepentingan pihak tertentu.

Ketua Umum Perayaan Natal Nasional 2014 Yohana S Yembise yang juga merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menegaskan bahwa Jayapura  dalam keadaan aman. Presiden Joko Widodo akan berdialog dengan masyarakat Papua di sela-sela kunjungannya ke Jayapura untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional 2014 pada pekan depan, 27-28 Desember. Presiden ingin berdialog dengan masyarakat tentang apa yang masyarakat inginkan untuk kesejahteraan.

Yohana S Yembise menjelaskan konsep Perayaan Natal Nasional kali ini adalah Natal yang membawa damai, terutama dari tingkat keluarga. Tanggal 27 Desember 2014, Presiden dijadwalkan melakukan blusukan ke sejumlah pasar, Sekolah Luar Biasa, dan rumah sakit penderita AIDS untuk bersilaturahmi dan membagi-bagikan hadiah, Ramah-tamah juga direncanakan digelar dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat. Pada 28 Desember 2014, rencananya Presiden akan melakukan silaturahmi dengan masyarakat adat Papua di Wamena. Dan dilanjutkan dengan menemui para relawan.

Sekretaris Kabinet Andi Wiyajanto mengkonfirmasi rencana blusukan Presiden Joko Widodo di Papua pada dasarnya Presiden bersedia untuk pergi ke wilayah-wilayah yang memang di situ justru harus didengar. Bagaimana orang Papua berbicara tentang tanah Papua. Tema Natal Nasional 2014 adalah Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga dengan subtema Natal Sebagai Perwujudan Revolusi Mental Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian. Perayaan akan diisi berbagai acara puji-pujian kepada Tuhan, ibadah, laporan Ketua Umum, Doa Syafaat, kesenian, dan sambutan Presiden.Budi Suyanto. Perayaan yang rencananya dihadiri Presiden tersebut juga akan dihadiri para Menteri Kabinet Kerja dan Ketua Lembaga Tinggi Negara, perwakilan negara sahabat, serta 1500 orang dari seluruh penjuru Indonesia.
Disamping kegiatan Natal akbar bersama umat Kristiani yang ada di Papua, Presiden Joko Widodo akan berdialog dengan masyarakat Papua dan diagendakan juga Presiden Jokowi akan meletakan batu pertama pembangunan jembatan Hamadi-Holtekam, pembangunan pasar mama-mama Papua, dan sejumlah pembangunan lainnya yang berlangsung di Kota Jayapura.

Masyarakat Papua menanti Kunjungan Presiden Joko Widodo karena itu semua merupakan kado istimewa dimomen Natal Tahun 2014. Jika ada isu penolakan yang menilai kedatangan Presidwen Jokowi hanya jalan-jalan dan menghabiskan dana itu, salah besar dan sangat keliru, mari kita melihat dari sisi positif rencana kedatangan Presiden Jokowi  ke Papua. 

Presiden ke Papua untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang sebenarnya untuk membuat program-pogram untuk kemajuan rakyat Papua ke depan. Memang di Papua masih ada kelompok-kelompok kecil yang berbeda paham, namun jumlahnya sangat kecil. Seperti yang terjadi baru-baru ini tentang kasus penembakan di Enarotali, itu merupakan ulah KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) untuk membikin skenario yang tujuannya menciptakan opini bahwa Papua ini tidak aman, dengan demikian  kunjungan-kunjungan pejabat negara ke Papua batal di selenggarakan. Pada dasarnya Papua AMAN.

Kedatangan Presiden Jokowi Natal bersama Rakyat Papua adalah suatu momen yang perlu disikapi secara positif dan dijadikan suatu peluang menyampaikan harapan-harapan kepada Presiden. Pihak keamanan baik dari Polda Papua maupun dari Kodam XVII/Cenderawasih akan menindak tegas jika ada oknum masyarakat tidak menyetujui kedatangan Presiden Jokowi, lalu melakukan tindakan melawan hukum, baik kriminal dan tindakan yang mengarah pada makar maka akan ditindak tegas. MARI SELURUH ELEMEN MASYARAKAT DITANAH PAPUA SAMBUT DAN SUKSESKAN KUNJUNGAN PRESIDEN JOKO WIDODO UNTUK KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DI BUMI CENDERAWASIH DALAM BINGKAI NKRI MENUJU PAPUA BANGKIT, MANDIRI DAN SEJAHTERA. (SP/99)

Entri Populer