Minggu, 12 Oktober 2014

APARAT GABUNGAN TNI-POLRI TANGKAP PENYUPLAI MUNISI KELOMPOK KRIMININAL BERSENJATA DI PAPUA




Jayapura - Petugas Keamanan Bandara Sentani bekerjasama dengan Tim gabungan TNI-Polri mengamankan seorang warga pegunungan a.n Teko Wenda  (Wamena, 5 Agustus 1985) di X-Ray ruang tunggu keberangkatan Bandara Sentani Kabupaten Jayapura pada tanggal 12 Oktober 2014.

Kerjasama Petugas Keamanan Bandara Sentani dengan Tim gabungan TNI-Polri membuahkan hasil, pada Minggu 12 Oktober 2014 pukul 08.15 WIT Sdr. Teko Wenda masuk keruang tunggu keberangkatan Bandara Sentani dengan tujuan Jayapura-Wamena dengan menggunakan pesawat Express Air. Aparat keamanan mencurigai gerak-gerik pelaku ketika akan masuk di X-Ray ruang tunggu keberangkatan, Petugas Keamanan dan Tim Gabungan TNI-Polri melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pelaku, Petugas Keamanan menemukan barang yang mencurigakan yang dibungkus dengan plastik untuk mengelabui Petugas Keamanan. Ketika dibuka Petugas Keamanan menemukan berbagai macam munisi dan magazen.

Pelaku sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap dan langsung melarikan diri dari X-Ray ruang Bandara menuju pintu keluar. Petugas Keamanan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara ketika melakukan pengejaran, pelaku berhasil ditangkap di Jalan Yabaso.

Tim Gabungan TNI-Pori mengamankan pelaku dan barang bukti menuju Mapolres Jayapura dengan menggunakan mobil Patroli Polres Jayapura untuk dimintai keterangan. Pelaku diamankan di Mapolres Jayapura guna penyelidikan lebih lanjut dan mengungkap kurir-kurir yang lain yang selama ini merupakan penyuplai munisi Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah pengunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya.(SP/99)

Jumat, 03 Oktober 2014

Masyarakat Papua Jadikan Pancasila Sebagai Way of Life




Jayapura - Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia, yang juga merupakan rumusan dan pedoman hidup bagi seluruh bangsa Indonesia. Dari Pancasila muncul berbagai macam undang-undang dasar yang mengatur cara berkehidupan seluruh rakyat Indonesia. Dari dasar tersebutlah masyarakat Papua menegaskan bahwa Pancasila harus dijadikan way of life atau jalan hidup.

Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, yaitu Panca berarti lima dan Sila berarti dasar.Lima dasar ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Masyarakat Papua sadar bahwa Pancasila adalah way of life, yang merupakan dasar bangsa Indonesia. Didalam Pancasila lengkap disebutkan dari Ketuhanan Yang Maha Esa, sampai Kesejahteraan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Diharapkan kepada masyarakat yang berbeda paham dengan Pancasila harus sadar, karena Pancasila sudah teruji dalam berbagai kesempatan sejak kelahiran yang ditetapkan dan sampai kapan pun hingga ditahun-tahun mendatang.

Seluruh konsitusi Negara Indonesia dasarnya adalah Pancasila hingga menjabarkan seluruh undang-undang yang ada di Indonesia. Pancasila dijadikan acuan dan pradigma untuk menata bangsa Indonesia, seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua melaksanakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. 

Pancasila sudah teruji berkali-kali dan tetap eksis dan tetap kuat, Maka dari itulah Pancasila diyakini bahwa Pancasila itu sakti sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan jiwa Pancasila masyarakat Papua yakin dan percaya dapat menjaga tanah Papua tetap tegak dan utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (SP/99)

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan : Menjabat Sebagai Pangdam di Papua Ibarat Pulang Kampung



Mayjen TNI Fransen G. Siahaan resmi menjabat sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Upacara Serah Terima Jabatan Pangdam XVII/Cenderawasih dilaksanakan di Jakarta pada Jumat 26 September 2014 yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Mayjen TNI Fransen G. Siahaan sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih merupakan Orang Baru Stok Lama di Papua.  Mayjen TNI Fransen G. Siahaan menganggap semua masyarakat Papua adalah saudara. Menjabat sebagai Pangdam di Papua ibarat pulang kampung, karena tidak asing bagi masyarakat Papua karena sudah cukup lama memimpin di tanah Papua. Mayjen TNI Fransen G. Siahaan adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 1983, pada tahun 1999-2000 menjabat sebagai Kasi Intel Korem 172/Praja Wira Sakti di Abepura, tahun 2000-2001 menjabat sebagai Dandim 1710/Timika dan pada tahun 2008-2009 menjabat sebagai Danrem 171/Praja Vira Tama di Sorong.

Pangdam Mayjen TNI Fransen G. Siahaan menyampaikan bahwa program kerja selama memimpin Kodam XVII/Cenderawasih tetap melanjutkan program dari pada kepemimpinan lama dan tentu akan membenahi kekurangan atau kelemahan-kelamahan. Pendekatan agama, budaya dan kesetaraan yang telah terlaksana dengan baik akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar tidak ada yang merasa bahwa semuanya akan berubah karena Pangdam baru. Namun kesemua itu tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada kerjasama dari semua stakeholder yang ada di tanah Papua.

Tidak ada konflik di Papua jika semua masalah diatasi secara damai, dialog, sehingga dengan sendirinya persoalan bisa hilang. Kalau beda persepsi, mari duduk sama-sama dan dibicarakan apa permasalahannya. Apa yang menjadi persoalan mari kita perbaiki. “ ujar Pangdam.

Kodam XVII/Cenderawasih memiliki fasilitas dan personil, Pangdam akan selalu siap membantu Pemprov Papua dan Papua Barat jika diminta untuk membantu program pemerintah di Papua.

Diharapkan seluruh elemen masyarakat mari bergandeng tangan menjaga keamanan di Papua. Sinergi TNI-Polri dan masyarakat harus tetap dijaga sehinga Papua tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. (SP/99)

Entri Populer