Jumat, 08 Agustus 2014

PAPUA PUNYA BENDERA MERAH PUTIH, PAPUA TIDAK BUTUH UMBUL-UMBUL





Perayaan HUT RI Ke-69 mendatang akan tampak berbeda. Pemerintah Provinsi Papua dalam perayaan HUT RI ke-69 Ta. 2014 mendatang akan membuat gebrakan yang berbeda, satu juta bendera Merah Putih akan dibagikan kepada masyarakat. Agenda ini akan dimasukkan dalam rekor MURI dan ini bukti nyata bahwa Papua merupakan bagian NKRI yang tidak bisa dipisahkan serta tidak ada konteks penggugatan posisi bendera Merah Putih di Papua.

Apa itu Bendera ?


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

Bendera merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.

Pengaturan bendera bertujuan untuk:
a. memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik   Indonesia.
b. menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. menciptakan ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera.

Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Bendera Negara dibuat dengan ketentuan ukuran:
a. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
b. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
c. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
d. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
e. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
f. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
g. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
h. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
i. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara; dan
j. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.

Apa itu Umbul-umbul ?


Umbul-umbul merupakan kumpulan dari beraneka kain yang berwarna yang dijarit memanjang ke atas dan meruncing pada ujungnya. Umbul-umbul digunakan dalam budaya tradisional, umbul-umbul dipasang jika ada kegiatan besar dan bertujuan  untuk memeriahkan suasana serta menarik perhatian. Umbul-umbul bersipafat hiasan dan pajangan saja. 

Kecintaan terhadap bendera Merah Putih dan menghormati bendera sebagai lambang negara harus terus ditingkatkan. Partisipasi masyarakat terhadap kecintaannya kepada negara harus ditunjukkan. Seluruh komponen masyarakat baik dari TNI/Polri, PNS, KNPI, lembaga-lembaga lain harus dilibatkan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
Kegiatan lain untuk mengisi momen HUT RI tahun 2014 ini, akan dilakukan berbagai kegiatan seperti lomba perahu hias yang dilaksanakan di Dok II, lomba Distrik, Desa atau kampung terbersih, anjang sana ke Panti Asuhan, ke RS, memberi bantuan fakir miskin dan anak-anak terlantar. Selain itu direncanakan  juga, ada penerjunan sambil membawa baliho Papua Bangkit, Aku Cinta Papua aku Cinta Indonesia. (SP/99)

Senin, 04 Agustus 2014

SELURUH ELEMEN MASYARAKAT PIRIME LANNY JAYA-PAPUA MEMINTA APARAT TNI-POLRI STOP ULAH KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB)





Wamena - Pasca terjadinya penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berturut-turut terjadi di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya membuat masyarakat takut dan trauma. Seluruh masyarakat Pirime dengan tegas meminta kepada aparat TNI-Polri untuk menangkap para pelaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Enden Wandimbo yang selalu membuat ulah di daerah Pirime.

Seluruh elemen masyarakat Pireme, Anggota DPRD Lanny Jaya, Kepala Distrik Pirime, Tokoh Agama, Tokoh Intelektual, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat  membulatkan tekat  mendukung Aparat TNI-Polri untuk menangkap para pelaku  Kelompok Kriminal Bersenjata dalam jumpa pers di Wamena pada Jumat, 1 Agustus 2014.

Anggota DPRD Lanny Jaya, Dopen Wakerkwa menyampaikan sebagai masyarakat Pirime sangat sakit hati karena ulah Kelompok Kriminal Bersenjata yang berulang kali membuat ulah dan mengganggu masyarakat, bahkan sampai terjadi pertumpahan darah. Masyarakat Pirime menjadi takut dan terauma. Dopen Wakerkwa menegaskan atas nama masyarakat Pirime menyatakan untuk mendukung dan siap membantu Aparat TNI-Polri serta Pemda untuk membrantas Kelompok Kriminal Bersenjata yang selalu mengacau keamanan di daerah Pirime. Dopen Wakerkwa juga berharap Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Enden Wandimbo yang selalu membuat ulah di daerah Pirime agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat yang tidak tau apa-apa.

Kepala Distrik Pirime, Eman Wanimbo menyerahkan sepenuhnya kepada Aparat Keamanan untuk menuntaskan kejadian tersebut, agar masyarakat merasa tenag, tidak takut serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tokoh Intelektual, Waliku Wanimbo menyampaikan hal senada mendukung penuh tindakat aparan TNI-Polri serta menghindarkan kerugian-kerugian di pihak masyarakat. Direktur Lembaga Riset Demokrasi Pengembangan Masyarakat Papua (LRD-PMP), Chris Wenda juga senada, pihaknya akan sepakat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Aparat TNI-Polri karena perbuatan Kelompok Kriminal Bersenjata yang terjadi di Pirime sangat menggangu mayarakat, hingga membuat masyarakat trauma. 

Ditempat yang berbeda  Tokoh Agama  di Pegunungan Tengah Papua, Pastor Jhon Djonga mengutuk para pelaku penembakan dan mengatakan selaku pemerhati terhadap hak-hak asasi manusia, menilai peristiwa tersebut merupakan satu tindakan yang sangat melanggar hak hidup warga masyarakat. Menurut Pastor Jhon Djonga, pembunuhan terhadap masyarakat sipil dilakukan kelompok bersenjata karena tidak mampu berhadapan dengan kekuatan Negara. Diharapkan Kelompok Kriminal Bersenjata , stop membuat ulah, melanggar HAM, karena hak asasi manusia diberikan Allah kepada setiap orang, apakah itu orang hitam, putih, pintar, bodoh atau siapa saja, salah satu hak asasi manusia adalah hak hidup, sehingga tidak boleh ada pembunuhan.

Ketua LMA Jayawijaya Kayo Huby, menyampaikan pelaku penembakan harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami mengutuk pelaku penembakan, pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum, sesuai undang-undang yang berlaku di negara Indonesia. Tokoh masyarakat, Naligi Kurisi menegaskan pihaknya siap menjaga agar Jayawijaya tetap aman dan menyesalkan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata serta mengutuk pelaku penembakan, apa yang dilakukan dosa besar karena membunuh dan membuat takut masyarakat.

Seluruh elemen masyarakat sangat menaruh harapan kepada Aparat TNI-Polri agar menagkap Kelompok Kriminal Bersenjata. Diharapkan Kelompok-kelompok berbeda pandang dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sering menggangu masyarakat agar turun dan menyerahkan diri. Jaga keamanan di Papua dalam bingkai NKRI menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera. (SP/99)

Kamis, 31 Juli 2014

PRESIDEN TERPILIH DAN PAPUA




Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7 telah selesai pada 9 Juli 2014 secara nasional, namun ada beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan distrik mengadakan pemilihan susulan akibat cuaca yang tidak mendukung, sehingga terjadi penundaan pengantaran logistik pemilu. Pemilu di Papua berjalan aman dan lancar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada Selasa 22 Juli 2014 secara resmi mengumumkan pemenang  Presiden dan Wakil Presiden terpilih Periode 2014 – 2019.

Pilpres hanya diikuti dua pasangan kandidat yaitu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa (Prabowo – Hatta) dan Joko Widodo “Jokowi” – Yusuf Kalla (Jokowi – JK). Kedua kandidat calon presiden (Capres) memiliki ciri khas tersendiri. Kepribadian para kandidat itulah yang menjadi daya tarik masyarakat Indonesia. Satu kandidat dinilai memiliki figur yang tegas,  sedangkan yang lain dinilai sederhana dan merakyat. Disamping itu kedua kandidat juga memiliki visi dan misi yang agak berbeda untuk memimpin Indonesia ketika terpilih menjadi Presiden RI ke-7. Salah satu perbedaannya adalah satu kandidat hendak membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan berwiba di kalangan Asia maupun dunia (macan Asia), sedangkan  kandidat yang lain lebih mengutamakan penguatan kapasitas warga negaranya dengan program-program pintar dan sehat (kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar).

Hal penting yang perlu diketahui adalah siapa pun yang akan terpilih menjadi Presiden, bagaimana program dan pola pandang terhadap persoalan dan orang Papua, diharapkan Presiden terpilih tidak melihat persoalan Papua dengan sebelah mata. Kebijakan pembangunan yang dikeluarkan pemerintah harus ditinggkatkan dan menyeluruh agar dirasakan seluruh masyarakat Papua.

Orang Papua menaruh harapan yang besar kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil pleno KPU Pusat, 22 Juli, Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla. Ada kesamaan dari figur Presiden dengan sebagian besar masyarakat Papua bahwa berlatar belakang masyarakat sederhana. Dengan mental itu, diharapkan Jokowi akan mendengarkan, merasakan apa yang orang Papua harapkan dan tepat mengambil kebijakan bersama orang Papua sehingga terwujud tanah Papua sesuai amanah Tuhan dalam bingkai NKRI menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera. (SP/99)

Entri Populer