Selasa, 02 Desember 2014

HANYA WARNA MERAH PUTIH YANG BERLAKU DI TANAH PAPUA



Memasuki bulan Desember masyarakat Papua tidak lama lagi akan merayakan kemerdekaan, merdeka dalam kasih Yesus Kritus yaitu Natal. Natal tinggal menghitung hari, Natal merupakan hari raya umat kresten yang diperingati setiap tahun oleh umat kristiani yaitu pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kritus, tidak ada peringatan lain dibulan Desember di Papua.

Berbagai kegiatan menyambut datangnya bulan Natal digelar. Sepeti baru-baru ini di Sorong, Papua Barat diadakan bulan Natal dan lomba karnaval Santa Claus tahun 2014. Walikota Sorong Drs. Ec. Lamberthus Jitmau M.Si didampingi Wakil Walikota Sorong dr. Hj. Pahima Iskandar, Ketua Klasisi GKI Sorong Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, Sekda Kota Sorong Ny. Dra Tigtig Weria dan pejabat setempat membunyikan sirene tanda kegiatan dimulai.

Masyarakat Papua sangat antusias mengikuti kegiatan, terbukti 120 peserta yang terlibat,  mendominasi dari Gereja-gereja, Instansi Pemerintahan, Swasta dan Kerukunan dari berbagai Suku dengan melakukan pawai Karnaval Santa Claus mengelelingi Kota Sorong. Berbagai ornamen yang bernuansa merah putih menghiasi kegiatan tersebut, mulai dari topi, pakaian dan jubah semua berwarna merah putih, warna merah putih di ambil dari Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Sang Merah Putih.

Bendera….

Bendera merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.

Pengaturan bendera bertujuan untuk:
a. memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik   Indonesia.
b. menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. menciptakan ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera.

Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Warna merah putih merupakan ciri kas Bangsa Indonesia, warna merah putih digunakan dalam berbagai kegiatan di Indonesia, baik kegiatan agama dan kegiatan lainnya. Bulan Desember khususnya bagi umat Kristiani merupakan bulan damai yang diaktualisasikan baik secara pribadi maupun banyak orang tanpa melihat suku, ras agama dan budaya. Yesus Kristus datang ke dunia ini dengan penuh kerendahan dan selalu menolong serta selalu menjaga umatnya demi keutuhan bangsa dan negara dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (SP/99)

Selasa, 04 November 2014

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tebar Ancaman, Masyarakat Papua Tidak Tanggapi dan Tak Peduli



 

Pasca penangkapan Enggaranggo Wenda alias Rambo Wenda (27) yang merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sebuah Hotel di Wamena Jayawijaya Papua, Minggu 26/10 oleh Aparat gabungan TNI-Polri menuai ancaman balik. Kelompok Kriminal Bersenjata yang berada di wilayah Pegunungan Papua menebar ancaman perang, akan mencari setiap warga pendatang atau non Papua yang ada di seluruh Papua, jika Polisi tidak segera membebaskan Rambo Wenda. Rambo Wenda ditangkap bersama Derius Wanimbo dan 4 rekannya. Dari tangan mereka disita puluhan amunisi antara lain 2 Magasen, peluru kaliber 7.62 mm 29 butir, 1 pisau, 6 buah cap dan uang Rp 220.000. 

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP., M.H., menghimbau kepada masyarakat Papua agar tidak perlu menanggapi ancaman dari kelompok Purom Wenda yang akan melakukan penembakan terhadap warga, jika anak buahnya Rambo Wonda dan kawan-kawan tidak dilepas oleh pihak Kepolisian. Ini baru ancaman, tidak perlu ditanggapi, Purom Wenda dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) lainnya yang masih berada di hutan, tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu masyarakat. 

Gubernur Papua juga meminta agar tidak ada lagi kegiatan yang mengganggu masyarakat di Papua, pemerintah memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua yang masih ada di hutan untuk kembali ke masyarakat. Mari bersama-sama membangun Papua menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Ancaman yang ditebarkan Kelompok Kriminal Bersenjata, Purom Wenda, disikapi Kepolisian Daerah Papua. Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Yotje Mende menegaskan jangan main teror dan mengancam masyarakat sembarangan. Kapolda berjanji dalam waktu dekat akan mengelar operasi besar-besaran untuk mencari Enden Wanimbo maupun Puron Wenda. Polda akan kejar sampai ke ujung dunia. Operasi besar-besaran yang akan dilakukan itu dengan target mencari kembali senjata yang selama ini dirampas oleh kelompok kriminal bersenjata.

Ancaman Purom Wenda untuk melakukan perang kepada masyarakat jika lima anggota tidak dibebaskan tidak membuta kepolisian gentar, pihak kepolisian tidak takut ancaman itu, karena Aparat melindungi masyarakat dan masyarakat tidak perlu takut. Aparat TNI-Polri akan tetap melindungi masyarakat, tidak ada yang bisa ganggu masyarakat dan Papua tetap dalam bingkai NKRI.

Kelompok Kriminal Bersenjata hanya kelompok kecil, ibarat kotoran diujung kuku. Mereka hanya kelompok yang tidak sekolah dan mengganggu masyarakat untuk memperkaya diri. Mereka layak disebut sebagai Kelompok Kriminal. Mereka memeras pejabat di daerah, mengganggu rakyat dan memeras rakyat. Jika tidak diberikan uang maka akan melakukan pembunuhan. Ini kan sudah jelas bahwa perbuatan mereka kriminal murni. Aparat TNI-Polri dalam menghadapi kelompok tersebut, tidak memerlukan pasukan besar dalam mencari atau menangkap mereka, ancaman mereka untuk menembak semabarang dan ingin mengacaukan pembangunan di Papua ini, sehingga mereka harus ditangkap. (SP/99)





Entri Populer