Kamis, 14 Agustus 2014

Enam Putra Papua Termasuk Penerima Penghargaan Presiden



Jayapura ( Berita ) P: Enam putra Papua termasuk penerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Jasa Nararya, yang akan diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, pada Rabu (13/8).

“Saya salah satu dari enam putra Papua yang akan menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Franzalberth Yoku, ketika dihubungi dari Jayapura, Papua, Selasa [12/08]malam.

Ia mengatakan kabar gembira itu didapatkan setelah beberapa hari lalu dirinya menerima undangan dari Kementerian Sekretariat Negara.

"Saya terima undangan itu beberapa hari lalu. Ada dua undangan yang saya terima, satunya untuk menghadiri upacara 17-an di Istana Negara, dan satunya lagi untuk menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Frans yang mengaku sudah berada di Jakarta terkait undangan tersebut.

Bintang Jasa Nararya yang akan saya terima, kata Frans sapaan akrab Fransalberth Yoku, merupakan salah satu penganugerahan tanda kehormatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atas jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara, secara khusus di Papua.

"Penghargaan ini saya sambut dengan sukacita yang besar. Saya terima atas nama semua anggota keluarga yang ada maupun yang sudah tiada dan semua teman, sahabat, kenalan dan pihak lain yang sempat bersentuhan memberikan dorongan, nasihat, dukungan dalam berbagai bentuk sepanjang perjalanan hidup saya termasuk dari teman-teman di PNG, Australia dan di Pasific Selatan," katanya.

Frans yang pernah maju bertarung untuk menjadi Bupati Kabupaten Jayapura pada dua tahun lalu itu juga menyampaikan selain dirinya juga lima orang lainnya yang akan menerima penghargaan itu.

Pdt Lipiyus Biniluk salah satu komisaris Bank Papua dan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Kristen se-Papua, juga akan menerima penghargaan yang sama yakni Bintang Jasa Nararya.

"Ada juga bapak Nicholas Simione Messet, Nicholas Juowe, Constant Karma yang akan menerima penghargaan yang sama seperti saya. Sedangkan Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi akan menerima Bintang Mahaputra Utama," katanya.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Ondofolo Franzalbert Joku, Nicholas Simione Messet dan beberapa tokoh Papua lainnya mewakili pemerintah Indonesia menjalankan diplomasi luar negeri didunia secara intensif khususnya menyangkut isu Papua.
Delapan tahun lalu, tepatnya Januari 2006 Pemerintah Papua New Guinea (PNG) pernah menganugerahi sebuah Bintang Kehormatan "Officer of the Order of Logohu" kepada Ondofolo Franzalbert Joku sebagai rekognisi atas jasa-jasa, prestasi dan pengabdian di bidang Journalistic, Politik dan Pemerintahan.

"Ini suatu prestasi spektakuler kembali diraih putra terbaik Papua yakni Ondofolo Franzalbert Joku bersama lima orang lainnya," kata Engel Ayomi salah satu pemuda Papua yang dihubungi secara terpisah, terkait penghargaan tersebut. Keenam putra Papua itu akan menerima penghargaan bersama sejumlah tokoh nasional lainnya di Istana Negara Jakarta. (ant )



Sumber: http://beritasore.com
 

Jumat, 08 Agustus 2014

PAPUA PUNYA BENDERA MERAH PUTIH, PAPUA TIDAK BUTUH UMBUL-UMBUL





Perayaan HUT RI Ke-69 mendatang akan tampak berbeda. Pemerintah Provinsi Papua dalam perayaan HUT RI ke-69 Ta. 2014 mendatang akan membuat gebrakan yang berbeda, satu juta bendera Merah Putih akan dibagikan kepada masyarakat. Agenda ini akan dimasukkan dalam rekor MURI dan ini bukti nyata bahwa Papua merupakan bagian NKRI yang tidak bisa dipisahkan serta tidak ada konteks penggugatan posisi bendera Merah Putih di Papua.

Apa itu Bendera ?


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

Bendera merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.

Pengaturan bendera bertujuan untuk:
a. memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik   Indonesia.
b. menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. menciptakan ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera.

Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Bendera Negara dibuat dengan ketentuan ukuran:
a. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
b. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
c. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
d. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
e. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
f. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
g. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
h. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
i. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara; dan
j. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.

Apa itu Umbul-umbul ?


Umbul-umbul merupakan kumpulan dari beraneka kain yang berwarna yang dijarit memanjang ke atas dan meruncing pada ujungnya. Umbul-umbul digunakan dalam budaya tradisional, umbul-umbul dipasang jika ada kegiatan besar dan bertujuan  untuk memeriahkan suasana serta menarik perhatian. Umbul-umbul bersipafat hiasan dan pajangan saja. 

Kecintaan terhadap bendera Merah Putih dan menghormati bendera sebagai lambang negara harus terus ditingkatkan. Partisipasi masyarakat terhadap kecintaannya kepada negara harus ditunjukkan. Seluruh komponen masyarakat baik dari TNI/Polri, PNS, KNPI, lembaga-lembaga lain harus dilibatkan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
Kegiatan lain untuk mengisi momen HUT RI tahun 2014 ini, akan dilakukan berbagai kegiatan seperti lomba perahu hias yang dilaksanakan di Dok II, lomba Distrik, Desa atau kampung terbersih, anjang sana ke Panti Asuhan, ke RS, memberi bantuan fakir miskin dan anak-anak terlantar. Selain itu direncanakan  juga, ada penerjunan sambil membawa baliho Papua Bangkit, Aku Cinta Papua aku Cinta Indonesia. (SP/99)

Senin, 04 Agustus 2014

SELURUH ELEMEN MASYARAKAT PIRIME LANNY JAYA-PAPUA MEMINTA APARAT TNI-POLRI STOP ULAH KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB)





Wamena - Pasca terjadinya penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berturut-turut terjadi di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya membuat masyarakat takut dan trauma. Seluruh masyarakat Pirime dengan tegas meminta kepada aparat TNI-Polri untuk menangkap para pelaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Enden Wandimbo yang selalu membuat ulah di daerah Pirime.

Seluruh elemen masyarakat Pireme, Anggota DPRD Lanny Jaya, Kepala Distrik Pirime, Tokoh Agama, Tokoh Intelektual, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat  membulatkan tekat  mendukung Aparat TNI-Polri untuk menangkap para pelaku  Kelompok Kriminal Bersenjata dalam jumpa pers di Wamena pada Jumat, 1 Agustus 2014.

Anggota DPRD Lanny Jaya, Dopen Wakerkwa menyampaikan sebagai masyarakat Pirime sangat sakit hati karena ulah Kelompok Kriminal Bersenjata yang berulang kali membuat ulah dan mengganggu masyarakat, bahkan sampai terjadi pertumpahan darah. Masyarakat Pirime menjadi takut dan terauma. Dopen Wakerkwa menegaskan atas nama masyarakat Pirime menyatakan untuk mendukung dan siap membantu Aparat TNI-Polri serta Pemda untuk membrantas Kelompok Kriminal Bersenjata yang selalu mengacau keamanan di daerah Pirime. Dopen Wakerkwa juga berharap Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Enden Wandimbo yang selalu membuat ulah di daerah Pirime agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat yang tidak tau apa-apa.

Kepala Distrik Pirime, Eman Wanimbo menyerahkan sepenuhnya kepada Aparat Keamanan untuk menuntaskan kejadian tersebut, agar masyarakat merasa tenag, tidak takut serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tokoh Intelektual, Waliku Wanimbo menyampaikan hal senada mendukung penuh tindakat aparan TNI-Polri serta menghindarkan kerugian-kerugian di pihak masyarakat. Direktur Lembaga Riset Demokrasi Pengembangan Masyarakat Papua (LRD-PMP), Chris Wenda juga senada, pihaknya akan sepakat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Aparat TNI-Polri karena perbuatan Kelompok Kriminal Bersenjata yang terjadi di Pirime sangat menggangu mayarakat, hingga membuat masyarakat trauma. 

Ditempat yang berbeda  Tokoh Agama  di Pegunungan Tengah Papua, Pastor Jhon Djonga mengutuk para pelaku penembakan dan mengatakan selaku pemerhati terhadap hak-hak asasi manusia, menilai peristiwa tersebut merupakan satu tindakan yang sangat melanggar hak hidup warga masyarakat. Menurut Pastor Jhon Djonga, pembunuhan terhadap masyarakat sipil dilakukan kelompok bersenjata karena tidak mampu berhadapan dengan kekuatan Negara. Diharapkan Kelompok Kriminal Bersenjata , stop membuat ulah, melanggar HAM, karena hak asasi manusia diberikan Allah kepada setiap orang, apakah itu orang hitam, putih, pintar, bodoh atau siapa saja, salah satu hak asasi manusia adalah hak hidup, sehingga tidak boleh ada pembunuhan.

Ketua LMA Jayawijaya Kayo Huby, menyampaikan pelaku penembakan harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami mengutuk pelaku penembakan, pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum, sesuai undang-undang yang berlaku di negara Indonesia. Tokoh masyarakat, Naligi Kurisi menegaskan pihaknya siap menjaga agar Jayawijaya tetap aman dan menyesalkan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata serta mengutuk pelaku penembakan, apa yang dilakukan dosa besar karena membunuh dan membuat takut masyarakat.

Seluruh elemen masyarakat sangat menaruh harapan kepada Aparat TNI-Polri agar menagkap Kelompok Kriminal Bersenjata. Diharapkan Kelompok-kelompok berbeda pandang dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sering menggangu masyarakat agar turun dan menyerahkan diri. Jaga keamanan di Papua dalam bingkai NKRI menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera. (SP/99)

Entri Populer